Ary Julianta: PSSI Terlalu Fokus ke Klub & Melupakan SSB

Ary Julianta: PSSI Terlalu Fokus ke Klub & Melupakan SSB
Ary Julianta Tridjaka.

ARY Julianta Tridjaka mengaku makin mantap melangkah sebagai calon anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI 2019-2024. Wartawan senior olahraga ini tak muluk-muluk atau 'jual kecap' untuk memuluskan langkahnya seperti dikatakannya kepada para wartawan di Jakarta, Rabu

"Kita tak perlu bermimpi ke Piala Dunia. Benahi dulu sepakbola kita dari akar rumput. Saat ini banyak Sekolah Sepakbola (SSB). Berarti segudang cikal bakal pemain berada di sana. Nah selama ini tidak tersentuh oleh PSSI. Konsentrasi PSSI hanya klub-klub," papar Ary.

Ary yang selama 20 tahun lebih meliput sepak bola nasional maupun internasional sangat paham tentang pembinaan sepakbola usia dini. Urusan yang satu ini, ia sudah cukup kenyang makan asam garam.

Ary bertekad menghidupkan SSB pada tempatnya. Artinya SSB harus memiliki kapasitas atau kejelasan di PSSI. Sementara selama ini harus diakui kurang mendapat perhatian. PSSI cuma menjangkau level klub. Padahal SSB merupakan 'sumur utama' pembinaan sepak bola.

"Saya ingin klub dan SSB berjalan dengan baik. Tanpa memperbaiki grassroot (akar rumput) sepakbola kita sulit menggapai prestasi. Jadi saya tidak perlu kampanye muluk-muluk untuk maju sebagai Exco PSSI," ujarnya.

Ary, meniti karier sebagai wartawan olahraga sejak 1996. Saat ini menjabat sebagai Direktur Pemberitaan Breakingnews.co.id. Anggota pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya ini juga menyoroti soal pelatih.

Sejauh ini ia melihat banyak generasi baru yang mungkin lebih segar dengan berlisensi kepelatihan A, B AFC Pro. Mereka punya standar cukup tinggi. Tapi, sayangkan kata Ary mereka tidak 'terpakai' lantaran keberadaan pelatih asing yang sejatinya cuma menang nama besar negaranya.

"Seharusnya ini tak boleh terjadi. Generasi muda yang melek dengan ilmu pengetahun harus mendapat kesempatan. Sayang sekali kalau potensi mereka tidak tersalurkan," imbuhnya.

Dengan kompetensi pelatih yang semakin baik, Ary yakin kualitas para pemain di Indonesia juga akan ikut terangkat. "Karena dengan lebih banyak pelatih berkualitas kita bisa menciptakan lagi pemain yang lebih banyak di seluruh Indonesia dan berkualitas," katanya.

Di sisi lalin, Ary juga mengakui prestasi sepakbola usia muda kita cukup membanggakan. Tapi, mereka acap mentok ketika melangkah ke jenjang senior. Menurutnya ini sebuah pertanyaan besar yang harus bisa dijawab tuntas.

"Saya melihat ada kesalahan dalam pembentukan Pelatnas jangka panjang. Seharusnya PSSI membentuk tim yang siap pakai. Ketika mereka memiliki persiapan yang relatif pendek, hasilnya tentu susah diharapkan. Mungkin harus dilakukan perubahan dalam menyinergikan Pelatnas. Kita tahu kompetisi Eropa persiapanannya pendek, tapi pemainnya siap tempur. Disini persiapan pendek, pemain tidak siap," sebutnya.

Kongres PSSI untuk menentukan 15 Exco PSSI 2019-2024 akan dilangsungkan 2 November 2019 di Jakarta. Ke-15 Exco terdiri atas seorang ketua umum, dua wakil ketua umum, serta 12 anggota.

BACA JUGA