HIGHLIGHT : TINJU

Apakah Christo Masih Jadi Andalan di SEA Games Manila 2019?

Apakah Christo Masih Jadi Andalan di SEA Games Manila 2019?

MUSIM yang indah bagi Christopher Rungkat (29 tahun). Minggu (12/5), petenis andalan Merah Putih itu mengangkat piala juara ganda Busan Open 2019 di Korea Selatan.

Gelar ketiga dari empat final tahun ini bersama pasangan asal Taiwan, Hsieh Cheng Peng pada level turnamen ATP Challenger yang menyediakan total hadiah dari 50.000 hingga 125.000 dollar AS itu. Peringkat ganda pemain berjuluk Bandit ini pun merangsek ke kisaran 70 dunia.

Sejurus kemudian muncul beberapa pertanyaan senada di aplikasi percakapan perangkat komunikasiku: “Christo masih dipaksa untuk tampil di SEA Games 2019 Filipina?”

Bertanding mewakili negara –bila meminjam istilah bintang pop Syahrini adalah sesuatuh. Jangankan Christo, petenis papan atas dunia pun mengungkapkan kebanggaan serupa. “How proud I am to represent my country,” ucap Novak Djokovic ketika membela tim Piala Davis Serbia.  “Playing for my country is always a pleasure,” tutur Simona Halep soal kehadirannya di skuad Rumania dalam ajang Piala Fed.

Dan dalam konteks Indonesia, sesuatuh itu pun memang bukanlah pepesan kosong. Secara ekonomis, gelontoran bonus pemerintah di ajang multi event telah menggemukkan pundi-pundi uang petenis. Atas raihan emas ganda campuran Asian Games 2018, Christo menerima tak kurang dari semilyar rupiah. Aksi heroik itu pun masih diganjar hadiah tambahan berupa rumah full furnished dan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ini tentu saja jauh lebih tinggi daripada besaran hadiah yang bisa dia bawa pulang dari sebuah turnamen. Menurut situs ATP, hadiah terbesar yang pernah diperoleh Christo hanya 7.600 dollar AS atau Rp 106.400.000,- sebagai finalis Sofia Open 2019, turnamen kategori ATP 250. Gelar juara Busan Open, pekan lalu pun cuma memberinya tambahan 4.650 dollar AS atau sekitar Rp 65 juta bila kurs 1 dollar AS senilai Rp 14.000,-.

Perhelatan multi event semacam Asian Games atau SEA Games itu memang tidak senantiasa hadir tiap tahun dan tak selalu happy ending. SEA Games 2015 Singapura, Christo hanya mampu menyumbang sekeping medali perak beregu putra. Namun faktanya, kucuran bonus yang menyertai prestasinya di ajang tersebut (tiga emas SEA Games 2011, satu emas dan perak SEA Games 2017 serta satu emas Asian Games 2018) tak kalah tebal bila dibandingkan dengan total hadiah turnamen selama karier profesionalnya sejak 2007 yakni sebesar 188.553 dollar AS atau sekitar Rp 2,6 milyar.

BACA JUGA