HIGHLIGHT : ASIAN GAMES 2018

Banteng Pringgondani Terpanggil untuk Memasalkan Hoki di Sekolah

Banteng Pringgondani Terpanggil untuk Memasalkan Hoki di Sekolah

WAKIL Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Banteng Pringgondani mengatakan, perlu terobosan-terobosan dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga hoki di tanah-air. Diantaranya mempopulerkan hoki melalui pemasalan di tingkat sekolah.

“Kami menyadari prestasi hoki saat ini belum maksimal. Perlu adanya terobosan-terobosan diantaranya dengan memasalkan hoki di sekolah-sekolah. Jika perlu hoki menjadi kurikulum wajib di tingkat Sekolah Dasar,” kata mantan atlet hoki itu kepada wartawan di Jakarta, Jumat(11/10).

Menurutnya, meski dipertandingan di ajang Asian Games 2018 lalu, prestasi hoki di Indonesia belum mumpuni. Kendala utama olahraga ini belum populer sehingga sulit untuk menjaring atlet-atlet potensial.

“Dengan pemasalan di sekolah secara berjenjang dari tingkat SD hingga SMA maka untuk menjaring bibit atlet potensial tidak sesulit seperti saat ini. Ada beberapa daerah yang memulainya seperti Kota Semarang,” ungkap Calon Anggota Legisatif (Caleg) PDI-P Dapil I Jawa Tengah itu.

Selain pemasalan, upaya lainnya untuk mendongkrak prestasi hoki adalah dengan memutar liga hoki ditingkat daerah.” Nantinya, juara-juara dari Liga di daerah akan tampil di Grand Final yang berlangsung di Jakarta. Selama ini, kami menjaring atlet hoki untuk tim nasional dari berbagai event seperti Kejurnas maupun PON. Tapi, jika konsep Liga berputar di 1 Pengrov FHI berputar, bukan tidak mungkin ebih banyak lagi muncul bibit-bibit atlet potensial,” kata Banteng Pringgondani yang pernah memperkuat tim Hoki Trisakti Hockey Club itu.

Selain itu, Banteng Pringgondani juga mengatakan, daerah diharapkan memiliki fasilitas lapangan yang memenuhi syarat dan tidak hanya terpaku pembangunannya jika ada penyelenggaraan PON saja.

“Jika hanya mengandalkan dana dari Pemerintah saja tidak mungkin. Perlu adanya terobosan untuk merangkul pihak swasta untuk ikut membangun sarana dan prasarana hoki di daerah-daerah,” pungkasnya.

Sejak 1999 Banteng jadi anggota PDI-P dan bekerja di DPR RI mulai dari Aspri, staf khusus Dapil, sejak 2008-2013 sebagai tenaga ahli, 2009-2013 sebagai tenaga ahli Utut Adianto di DPR RI.

BACA JUGA