HIGHLIGHT : ASIAN GAMES 2018

Laga Master Muaythai Asing Ramaikan One Championship di Jakarta

Laga Master Muaythai Asing Ramaikan One Championship di Jakarta

LAGA master muaythai asal Prancis, Fabrice Fairtex Delannon, akan menghadapi master asal Thailand, Yodpanomrung Jitmuangon mewarnai kejuaraan tarung bebas internasional One Championship 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, 22 September mendatang.

Untuk diketahui, Fabrice Fairtex Delannon, telah memenangkan gelar juara dunia di dua kelas yang berbeda, selain itu juga menjadi juara dunia MAX Muaythai sebanyak tiga kali. Dengan rekor profesional 55-10 yang berhasil diraihnya, tidak heran jika Delannon bisa disebut sebagai seorang master dalam bidangnya tersebut.

Pada pertarungan dengan bertajuk One: Conquest of Heroes itu petarung yang berjuluk "The Funky Drummer" ini bakal menunjukkan kemampuan terbaiknya, meski lawan yang dihadapi tidak kalah tenar dan bahkan juga menyandang predikat enam kali gelar juara dunia muaythai. Keduanya akan bertarung dalam laga One Super Series Bantamweight Muaythai.

Tekad untuk menjadi seorang petinju terpacu setelah salah petinju dari negaranya yaitu Guyana Prancis, Jacobin Yoma mampu menjadi juara dunia. Yoma adalah petinju kelas bulu super (super featherweight) yang mulai 1989 hingga 1999, mencetak rekor tinju professional 40-11-3 dengan 21 kemenangan knockout (KO). Selama karirnya, Yoma merebut berbagai gelar regional termasuk juara EBU dan WBC.

Namun, karir tinju Delannon tidak berlangsung lama. Cedera sempat memisahkan antara dirinya dengan impiannya untuk menjadi juara dunia tinju. Meski begitu, semangat kompetitifnya terus berkobar dan ia menemukan jalan dengan terjun di muaythai. Olahraga ini membawanya ke Thailand dimana bela diri itu berasal.

"Era emas muaythai berlangsung di tahun 1990-an, Silapathai, Lerdsila, dan Karuhat adalah nama-nama yang menginspirasi saya di Muay Thai," kata Delannon.

Delannon juga menyebutkan atlet seperti Nong-O Gaiyanghadao, Saenchai dan Buakaw sebagai bintang yang diikutinya. Setelah beberapa tahun berlatih di gym, ia juga mengaku termotivasi untuk lebih berkembang dan dirinya bertekad menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Pertarungan di Jakarta akan dijadikan pijakan untuk meraih kemenangan. Selain itu, Delannon juga berkeinginan untuk memberi dan membantu anak-anak yang ingin menjadikan bela diri sebagai jalan hidupnya.

"Tantangan ini masih menjadi motivasi bagi saya. Lebih jauh lagi, saya termotivasi untuk terus mempelajari seni Muay Thai, untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa seperti apa yang saya lakukan, menunjukkan kepada mereka arah yang tepat, dan membantu mereka meraih kesuksesan," tegas Delannon.

BACA JUGA