HIGHLIGHT : ASIAN GAMES 2018

Final Liga Champions: Beckham Minta Madrid Kalahkan Liverpool, Giggs Minta Bale Jadi Starter

Final Liga Champions: Beckham Minta Madrid Kalahkan Liverpool, Giggs Minta Bale Jadi Starter
Zinedine Zidane dan David Beckham pernah bahu membahu di Real Madrid.

DAVID Beckham, mantan bintang Manchester United dan Real Madrid yang notabene asal Inggris,  meminta Zinedine Zidane dan skuadnya mengalahkan Liverpool pada pertandingan final Liga Champions, Minggu (27/5) dinihari WIB.

Jangan ragukan soal nasionalisme Beckam. Tapi, sepanjang kariernya, Beckham bersama Unitednya adalah musuh bebuyutan Liverpool. Karena itu, meski kini sudah pensiun, sisa-sisa darah permusuhan itu mungkin saja masih mengalir.

Lebih dari itu, Beckham dan Zidane pernah bermain bersama di Bernabeu.

Dalam video yang ditayangkan Madrid melalui YouTube, eks kapten tim nasional Inggris ini punya pesan sederhana untuk Zidane yang kini jadi pelatih Los Blancos.

“Sukses sebagai pemain dan kini sukses sebagai bos, big boss, luar biasa,” kata Beckham soal Zidane. “Saya hanya ingin Zizou (panggilan Zidane), bos, presiden, dan klub, beruntung di final Liga Champions.”

“Dan, tolong kalahkan Liverpool, tolong.”

Sebagai pemain, Zidane pernah membawa Madrid juara Liga Champions 2001-02. Sebagai manajer, Zidane mengantarkan Madrid juara Liga Champions 2015-16 dan 2016-17. Jika kali ini kembali jadi juara, maka Madrid menyamai rekor Bayern Muenchen yang menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut (1974, 1975, dan 1976).

Ryan Giggs inginkan Gareth Bale jadi starting XI.

Sementara itu, sebagai pemain, Beckham pernah mengenyam gelar Liga Chmapions satu kali pada 1999 ketika di final United menang 2-1 atas Bayern Muenchen. United sendiri bukanlah tim yang meraih banyak sukses di Liga Champions. Tercatat United baru tiga jadi juara: 1968, 1999, dan 2008.

Di sisi lain, Liverpool sudah lima kali jadi juara, salah satunya mengalahkan Madrid pada 1981. Namun, secara keseluruhan, Madrid jadi tim paling sukses di Liga Champions dengan 12 gelar. Jika mereka mengalahkan Liverpool di Kiev nanti, ini akan jadi trofi ke-13.

“Madrid punya semua sejarah, mereka punya hubunggan istimewa dengan Liga Champions,” tandas Beckham.

Sementara itu, kesumat serupa mungkin masih juga dirasakan Ryan Giggs, rekan setim Beckham ketika sama-sama membela United. Giggs sendiri kini jadi pelatih tim nasional Wales.

Untuk laga final nanti, Giggs mengatakan, Zidane akan melakukan perjudian besar jika tak memasukkan pemain asal Wales, Gareth Bale, dalam starting line-up. Sepanjang musim ini, Bale, 28 tahun, baru tiga kali jadi starting XI karena Zidane lebih memilih Isco, Cristiano Ronaldo, atau Karim Benzema.

Menurut Giggs, Bale punya bakat game-changing seperti dilakukannya pada final 2014 ketika ia mencetak gol kunci sukses Madrid pertama setelah gagal ke final setelah terakhir jadi juara pada 2002.

“Tiap kali dilibatkan, ia jadi pembeda. Ia bisa melakukan hal-hal istimewa dan sudah mencetak banyak gol,” kata Giggs kepada Sky Sports News.

“Ia pemain yang sulit ditahan dan ia bisa mencetak gol dalam berbagai gaya. Madrid memang punya banyak pemain bagus, tapi menurut saya, Bale harus selalu jadi starter.”

BACA JUGA